Melipatgandakan Suara

                        Foto hanya ilustrasi

Bagi saya pribadi, ada 2 cara yang saya lakukan untuk menarik simpati masyarakat kepada PKS, tetapi ini butuh waktu yang agak panjang 3-4 tahun, baru terasa hasilnya. 

Sekarang 2026 + 3 = 2029
Pas Pemilu, saat itu mereka sudah tau siapa kita. Tapi saat bergerak sekarang, tidak *melulu* bicara soal partai atau mereka kita sodorin KTA, tidak. Karena di jamin akan mental.

Tapi ini hanya cara saya yang sudah saya praktekkan, cara lain tentu masih banyak.

Baiklah, begini cara yang saya praktekkan :

1. Kalangan remaja usia 14-15 tahun saat ini.

Mereka nanti di tahun 2029 mereka sudah punya hak pilih. Maka mereka harus ikut *MENTORING* kita mulai saat ini, tanpa bawa embel-embel partai, ajarin aja mereka Sholat berjama'ah, berbakti kpd orangtua, belajar Tahsin, memperbaiki akhlaq. Dll, ajak futsal bareng, camping, dll
Dan ini harus di lakukan rutin seperti Liqo, hingga mereka benar-benar dekat dengan kita, sekali lagi tanpa embel-embel partai. Sampai saatnya nanti menjelang pemilu, kita baru bicara politik Islam dan mereka sudah berusia 17 tahun.  
Saat ini saya pegang 3 group Mentoring bukan anak kader total jumlahnya 25 anak. 

Memang masih sedikit, tapi jika ada 50 kader inti melakukan itu jumlah remaja binaan kita 25 X 50 = 1.250 remaja usia 17 di 2029 nanti.

*Jika anak remaja itu sudah percaya dengan kita, insya Allah orangtuanyapun juga percaya dengan kita*

2. Kalangan Orangtua usia di atas 40 tahun. 

Berdasarkan laporan dari dinas terkait, ternyata Umat Islam di Indonesia 50% belum bisa membaca Al-Qur'an. Nah ini peluang bagi kita untuk *Mengajari mereka bisa membaca Al-Qur'an*, caranya ?

Setiap kader *HARUS MENGUPDATE DAN MENGUPGRADE* kembali kemampuan membaca Al-Qur'an dan mengajarkannya kembali, dengan ikut pendidikan Tahsin dan Tahfidz di lembaga seperti LTQIR, Ponqi atau di lembaga lain.

Berdasarkan laporan bahwa 50% umat Islam Indonesia tidak bisa atau belum bisa membaca Al-Qur'an, maka di lingkungan RT kitapun akan mengalami kondisi yang sama, dari 100 KK misalnya, 95 KKnya Muslim maka bisa di hitung sekitar 46-48 KK yang belum bisa membaca Al-Qur'an dengan kaidah tajwid yang benar.

Nah, di sinilah setiap kader bisa berperan mengajar Tahsin, sekemampuanya aja dulu sambil terus upgrade diri belajar ke guru Tahsin atau lembaga yang resmi tadi. 

3 tahun terakhir saya dan teman-teman di ke RT an yang kebetulan juga seorang kader menjabat ketua RT melakukan hal ini, *Mengajari Bapak-bapak belajar Al-Qur'an dengan metode Iqro mulai dari jilid 1* dan sekarang sudah mulai ada kelompok-kelompok baru yang ikut belajar Iqro dengan kombinasi metode Utsmani, dan hasilnya sebagian besar yang ikut ngaji bersimpati kepada kita meski belum ber KTA, tetapi menyatakan diri memilih kita.

Jadi apapun profesinya, setiap kader bisa mengajar Tahsin, karena hakekatnya masing-masing kaderpun harus mampu membaca Al-Qur'an dengan kaidah tajwid yang benar.

Yang terjadi saat ini, banyak kader yang kemampuan membaca Al-Qur'an nya masih pas-pasan, tetapi masih enggan mengupgrade diri. Mohon ma'af, ini kenyataan yang ada.

Jika point' nomor 2 ini bisa di lakukan, insya Allah kalangan Orangtua usia di atas 40 tahun pun bisa kita kondisikan di 2029 nanti.

Ini bukan sekedar teori, tetapi suatu cara yang sudah teruji, hanya hasilnya mungkin memang tidak 100%, tetapi jika bisa mendapat hasil 70%-85% sudah cukup bagus. 

Melengkapi upaya-upaya yang lain dalam melipatgandakan suara di 2029, metode ini bisa di jadikan program bersama.

Tangerang, 20 April 2026


KMJ
Relawan Literasi Kabupaten Tangerang

Posting Komentar

0 Komentar